Jam Malam???

2 07 2009

Sekitar pukul 22.42. Tiba-tiba sebuah sms masuk ke hp q:

Assalamu’alaikum,ukh ne ana h****, pke no br, ukh ud tdr?maaf gg…

Wew…q terperanjat membaca sms dr tmn ikhwan yg domisili di kalimantan.
Q emng jarang sms ma tmn2 ikhwan jam sgitu.
Tiba-tiba q teringat jam malam yg sering digembar-gemborkan tmn2 kmpz, terutama aktivis dakwah.
Yg sms tu malahan dy lulusan pesantren.
Q b’pikir jam malam aturan’y gmn c??
Sbener’y q agak meragukan arti jam malam itu, jam2 dmn ikhwan & akhwat g blh sms-an.
Q melihat’y c dr isi & urgensi sms tersebut, bkn dr batasan sampai jam berapa boleh sms ke lawan jenis.

For me, jam malam gak tw dahh.. Q malah bru tw ada jam2 malam kyk gini wkt kul.
Selebih’y q gak bgitu peduli sbener’y. Coz jam2 sgitu normal’y q emang dah tidur.
Kdng q malah sms-an ma si bos, ngalor-ngidul-ngetan-ngulon gak selesai2.
Tp,isi sms’y kyk byasana, perdebatan. Hehe..
Ya..agak gila’y c byasana sms dr pagi mpe malam.
Q emang suka blz’y agak lama. Jd sms’y serasa berantai-rantai gt walopun cm da beberapa sms. Hihi..
T’nyata bnyk yg protes dg kebiasaan q ini. Hehe…maaf tmn2.

Back to the topic, “Jam Malam” bagi q terasa mengerikan.
Mengerikan dalam artian sebuah definisi dr “jam malam” tersebut.
Q prnh jg chat ma kaka tingkt, tny2 ttg kompi gt, eh tw2 mas’y bilang gini “eh, dek udah malam ki..”
Q langsung menebak apa mksd’y berkata gt.
Hoho…pekewuh jg, truz q bilang “oph dlu”.
Hmm…bner2 q gak bs ngomong apa2 selain itu dan sebuah salam.

Ya…ya..I know “jam malam”… But, I think..liat dlu isi dan urgensi dr pembicaraan itu.





Helm-helm Yang Malang

13 06 2009

Hari niy lagi2 di MIPA terjadi pencurian helm. Ada 2 orang yang kehilangan, yaitu Ari Amin dan Norma (sekbid Humas E-M). Kebetulan hari niy emang da acara Motivation Training yang diadakan UKI E-Mailkomp.
Lalu, hari sabtu kemarin pas acara Stadium General untuk anak D3 Ilkom 2008, juga da yang kehilangan helm sebanyak 6 orang.

Entah berapa jumlah mahasiswa yang kehilangan helm sebelum peristiwa-peristiwa ini. Kalau dikalkulasi mungkin bisa puluhan. Bayangkan jika tiap kegiatan di hari sabtu ada yang kehilangan helm minimal sebanyak 2 orang. Bisa jadi dalam setahun kira-kira ada 52 X 2 = 104 helm yang hilang.
Jumlah yang cukup fantastis. Tentu saja rata-rata helm yang dicuri adalah yang harga’y sekitar ratusan ribu. Hmm…

Jumlah ini kemungkinan besar akan bertambah jika tidak ada penanganan yang serius dalam hal ini. Perlu proteksi yang lebih bagi para pemilik helm yang dianggap “bagus” dan “mahal”. Apalagi di hari-hari dimana Pak Satpam atau Pak Tukang Parkir tidak bertugas di parkiran kampus. Terutama hari Sabtu Minggu, hari dimana teman-teman biasa mengadakan acara organisasi.

Sedikit tips dari q bagi yang punya helm “bagus”:

1. Klu bisa pas acara, helm’y dibawa aja di tempat acara. Truz ditaruh di tempat yang gak jauh dari diadakannya acara tersebut.
2. Waspadai orang-orang sekitar yang mencurigakan (bukan bermaksud su’udzon lho…).
3. Titipkan di tempat tukang parkir berjaga (kalau pas jaga). Karena ada kemungkinan juga hal itu terjadi saat tukang parkir sudah mengawasi dengan seksama.
4. Kaitkan tali helm di jok yang dikunci. Walaupun ada kemungkinan juga tali helm tersebut dipotong oleh pencuri.
5. Pakailah helm yang biasa saja jika kamu benar-benar phobia kehilangan helm. Hehe…





Kontemplasi Hari Ini

18 03 2009

Aku bangun lebih awal dari biasanya.
Pdhl biasanya kalo tidur jam 21.00 ke atas, aq terbangun tatkala ayam sudah berkokok menjelang subuh.
Kadang malah lebih.
Entahlah….tiba-tiba aku terbangun dan merasa ada sesuatu yang lama menghilang dari diriku.
Jiwaku kosong, janggal, dan aq kehilangan sesuatu.
Pernah kurasakan ini ketika ku memulai lembaran baru di dunia kampus.

Hidupku jauh dari apa yang sehari-hari kulakukan di sekolah.
Di sekolah, aq mendapatkan bnyk hal yang berharga.
Ilmu yg sangat berharga melebihi seisi dunia ini.
Ilmu yg memberikan q kesejukan di tengah penatnya pelajaran matematika, fisika, kimia, dsb…
Ya, kurindukan “harta” yg sangat mahal itu.
Tetesan embun tausyiah yg kudapat dari Ustadz Muhtar Tri Harimurti, Ustadz Muhtarrom, Ustadzah Una, Ustadzah Bairozi
, Ustadz Hilal, Ustadzah Ani Nurmawati (almarhumah)…
Duhhh,, rasanya ingin menangis.
Sosok-sosok hebat yang membimbingku tak lagi membrsamai q.

Bu Ani, guru bahasa Arab favorit q sekaligus teman dekat ibu q semasa muda dulu meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.
Ahh,,,ku sediiiiihhhhhhhhhh……
Pdhl sebelum meninggal, aq sempat menengok beliau di rumahnya.
Beliau sudah terlihat segar dan bs bicara banyak setelah keluar dari rumah sakit karena sakit paru-paru.
Meskipun masih tiduran saja di kamar sambil sesekali menghirup kantong oksigennya yang dilepas itu,kalimat-kalimat penuh semangat untuk sembuh pun keluar dari bibir beliau.
Tak ku sangka beberapa hari kemudian, beliau dikabarkan sakitnya tambah parah dan harus dirawat di rumah sakit lagi.
Ternyata penyakit beliau sudah sangat kompleks.
Paru-paru dan
Ya, hari Jum’at itu adalah hari terakhir beliau di dunia ini.
Msh kuingat betul, terakhir ku jenguk beliau adalah hari ahad.
Lalu, ibu q terakhir menjenguk beliau adalah hari jum’at.

Semua merasa kehilangan…
Bu Fat, guru biologi yang sangat dekat dg Bu Ani di sekolah pun merasa kehilangan sahabatnya.
Ibu q pun begitu.
Bagi ibu q, Bu Ani salah satu teman curhatnya mengenai anak-anak di sekolah.
Tiap kali ada acara pertemuan wali murid di sekolah, ibu q jadi teringat beliau.
Biasanya Bu Ani adalah orang pertama yang menyambut ibu q dg hangat.

Hmmm….ya perpisahan sungguh menyedihkan.
Namun, kdg qt lalai bahwa sesungguhnya ujung dari perpisahan adalah pangkal dari pertemuan.





most wanted friend

27 02 2009

Ah,,tiba-tiba… Entah kenapa tiba-tiba itu membuat q sejenak berkontemplasi, merenung…
Sebuah ayat yang menohok q


Para sahabat akrab, pada hari kemudian saling bermusuhan kecuali orang-orang yang bertaqwa (Qs 43:67).

Hmm…ya..sedikit ku berpikir..
Seorang sahabat bukan hanya teman dekat yang menguatkan kita saat lemah, menjaga kita saat kita kuat.
Yang meneteskan air mata saat kita sedih, tertawa saat kita bahagia.
Memberikan senyum terindahnya tatkala kita rapuh..
Atau sahabat itu bagaikan dua raga dalam satu jiwa??
Apakah makna sahabat cukup sampai disitu???

Aq berpikir & berpikir.. Memang sulit menjadi sahabat yg benar2 sahabat..
Dunia ini…ya, dunia ini melihatnya aq muak.
Topeng2 palsu, lidah2 pembual, aq muakk….
Orng2 yg memberikan cinta palsunya pada temannya, bahkan sahabatnya..
Mereka ada utk mengajak berfoya-foya.
Mereka ada karena kita pny kelebihan.
Mereka ada karena kita baik terhadap mereka.
Ya, mereka ada karena alasan-alasan yg tak penting itu.

Namun, ketika kita jatuh, tangan tak mereka ulurkan tuk kita.
Mereka menjauh, mereka mencemooh, mereka acuh, mereka memalingkan muka..
Itukah teman yang kita cari??
Teman yang mengajak kita tuk tertawa dan tertawa..
Yang tak peduli bahwa tawa mereka adalah jurang api neraka??
Teman yg tak menghargai makna sebuah ukhuwah, sebuah rasa persahabatan.
Yang tak hanya minta dipahami, tetapi juga memahami…

Bodohnya jika kumiliki sahabat seperti itu..
Sungguh bodohnya…..sahabat yg berteman tuk menyakiti hati sahabatnya.
Tak peduli betapa banyak yg telah diberikan sahabatnya itu..
Padahal sebuah persahabatan itu tak hanya dilandasi dengan sebuah kebersamaan.
Namun,, jauh…jauh dari itu, sahabat yang sejati adalah yg selalu mengingatkan kita ketika kita lalai, ketika kita jauh dari-Nya..
Karena ku tak mau di dunia ini bersahabat, di akhirat nanti kani akan bermusuhan.
Ya,,, hanya sahabat yang penuh taqwa dan mau menghargai persahabatanlah yang pantas dinobatkan sbg “the most wanted friend”





Maafkan aku….sahabatku..

14 02 2009

Hmm…sejenak kuhela nafas dalam pikiran yang berkecamuk…
“Maaf”…entah kenapa sulit tuk terucap.
Kata yang sangat singkat yang tentunya harus diucapkan dari dalam hati.
Ku menemukan benturan makna dalam menyelami penyesalan yang sejati.
Haruskah penyesalan itu terucap dan diperbaiki??? Ataukah cukup memperbaikinya saja tanpa diucapkan..

Teman, ketika ku arungi dunia, kau menyambut tanganku…
Kini, ketika kita tak lagi seperti dulu.
Kita melangkah di dunia yang berbeda..
Entahlah… ku merasa hilang ditelan oleh keegoisanku sendiri…
Sahabat q, maafkan ku yang harus membagi cinta ini.
Ku harus membaginya tuk Pencipta q, tuk keluarga q, tuk tmn2 q yang lain, dsb…
Wujud cinta itu seperti apa, ku jg tak tau…
Tapi, sahabat q…ku tau sayang mu padaku dari hatimu..

Ah, betapa kejamnya diriku…selama ini kau tak ku pedulikan..
Ukhuwah yang masa bodo tak ku perhatikan…
Padahal sungguh indah ukhuwah itu, subhanalloh…

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasa demam.” (HR Muslim)

“Orang-orang Muslim itu ibarat satu tubuh; apabila matanya marasa sakit, seluruh tubuh ikut merasa sakit; jika kepalanya merasa sakit, seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit.” (HR Muslim)

Ah, betapa tak pekanya diri ini…
Sombong dan egois kerapkali tumbuh dalam hatiku..
Ya Alloh,, tuk teman2 q yg merasa terdzolimi karena ketidakpekaan q, semoga mereka selalu dalam naungan-Mu.
Semoga mereka mau memaafkan q.
Kelu rasanya tuk berkata-kata.
Ku hanya ingin suatu saat nanti kita kan dipertemukan di tempat terindah.
Lebih indah daripada alam fana ini… Amin…