Aku bangun lebih awal dari biasanya.
Pdhl biasanya kalo tidur jam 21.00 ke atas, aq terbangun tatkala ayam sudah berkokok menjelang subuh.
Kadang malah lebih.
Entahlah….tiba-tiba aku terbangun dan merasa ada sesuatu yang lama menghilang dari diriku.
Jiwaku kosong, janggal, dan aq kehilangan sesuatu.
Pernah kurasakan ini ketika ku memulai lembaran baru di dunia kampus.
Hidupku jauh dari apa yang sehari-hari kulakukan di sekolah.
Di sekolah, aq mendapatkan bnyk hal yang berharga.
Ilmu yg sangat berharga melebihi seisi dunia ini.
Ilmu yg memberikan q kesejukan di tengah penatnya pelajaran matematika, fisika, kimia, dsb…
Ya, kurindukan “harta” yg sangat mahal itu.
Tetesan embun tausyiah yg kudapat dari Ustadz Muhtar Tri Harimurti, Ustadz Muhtarrom, Ustadzah Una, Ustadzah Bairozi
, Ustadz Hilal, Ustadzah Ani Nurmawati (almarhumah)…
Duhhh,, rasanya ingin menangis.
Sosok-sosok hebat yang membimbingku tak lagi membrsamai q.
Bu Ani, guru bahasa Arab favorit q sekaligus teman dekat ibu q semasa muda dulu meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.
Ahh,,,ku sediiiiihhhhhhhhhh……
Pdhl sebelum meninggal, aq sempat menengok beliau di rumahnya.
Beliau sudah terlihat segar dan bs bicara banyak setelah keluar dari rumah sakit karena sakit paru-paru.
Meskipun masih tiduran saja di kamar sambil sesekali menghirup kantong oksigennya yang dilepas itu,kalimat-kalimat penuh semangat untuk sembuh pun keluar dari bibir beliau.
Tak ku sangka beberapa hari kemudian, beliau dikabarkan sakitnya tambah parah dan harus dirawat di rumah sakit lagi.
Ternyata penyakit beliau sudah sangat kompleks.
Paru-paru dan
Ya, hari Jum’at itu adalah hari terakhir beliau di dunia ini.
Msh kuingat betul, terakhir ku jenguk beliau adalah hari ahad.
Lalu, ibu q terakhir menjenguk beliau adalah hari jum’at.
Semua merasa kehilangan…
Bu Fat, guru biologi yang sangat dekat dg Bu Ani di sekolah pun merasa kehilangan sahabatnya.
Ibu q pun begitu.
Bagi ibu q, Bu Ani salah satu teman curhatnya mengenai anak-anak di sekolah.
Tiap kali ada acara pertemuan wali murid di sekolah, ibu q jadi teringat beliau.
Biasanya Bu Ani adalah orang pertama yang menyambut ibu q dg hangat.
Hmmm….ya perpisahan sungguh menyedihkan.
Namun, kdg qt lalai bahwa sesungguhnya ujung dari perpisahan adalah pangkal dari pertemuan.
Dari mereka, utk Q