Secangkir Kopi

5 08 2008

Ah…penat belum jua usai..
Tak urung ku terus mengeluhkan penat ini.
Akankah ku terus berlari tanpa arah yang pasti?
Kapankah penat ini meninggalkanku?

Peluh yang seringkali menetes..
tak pernah dipedulikannya.
Mungkin benar, aku hanya butuh secangkir kopi hangat
Dan penat yang berpendar dalam neurocranium akan enyah

Hufff, ku butuh secangkir kopi hangat





Senja Itu…

4 08 2008

Guratan matahari yang nyaris menemui senja…
Tetap saja kosong dalam pekat..
Yang didapati cuma seongok penat.

Yah..senja yang kosong temaram dalam kecamuk pikiran
Tak berintonasi, tak berjeda pasti
Ah, ku tak mau mengorbit..
Ku ingin keluar dari hampa itu..

Tak ada gemersik daun
Tapi, hembusan angin cukup mewakili sunyi..
Di senja yang nyaris temaram..
Aku belajar…
Ya, belajar.
Belajar memaknai bahwa dibalik sunyinya kehidupan, kekuatan baru itu hadir

Senja memang temaram..








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.